Kamis, 11 April 2013

[ABG INDONESIA] KITAB PERJANJIAN LAMA

 



KITAB PERJANJIAN LAMA

https://www.dropbox.com/s/6woh4dr974shdty/Perjanjian%20Lama.doc

Download disini:

https://www.dropbox.com/s/uv3c4zvbqm6eymc/KITAB%20PERJANJIAN%20LAMA.rar

 

Kitab-kitab dalam Perjanjian Lama ada 39 kitab. Semuanya ditulis dalam
bahasa Ibrani, kecuali kitab Daniel ditulis dalam bahasa Aram.

Kanon Yahudi, yaitu kitab suci Yahudi disebut Tanakh, singkatan dari
TNK;

T – Torah – Taurat: Kejadian, Keluaran, Imamat,
Bilangan, dan Ulangan

 

N – Nevi'im – Nabi: Yosua, Hakim-Hakim, Samuel
(I & II), Raja-Raja (I & II), Yesaya, Yeremia, Yehezkiel,

                                     Hosea, Yoel,
Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai,

                                     Zakharia, dan
Maleakhi

 

K – Ketuvim – Biografi yang menguduskan orangnya[hagiografi],
seperti:    Mazmur, Amsal, Ayub,

                          Kidung Agung, Rut, Ratapan,
Pengkhotbah, Ester, Daniel, Ezra, Nehemia, Tawarikh (I &

                          II)

 

https://www.dropbox.com/s/mo8eirei4po6mpt/Tanakh.doc

 

TEKS-TEKS SUMBER PERJANJIAN LAMA:

1. Teks Masoret;

    
Adalah teks yang diakui secara umum oleh Tanakh Yahudi. Berdasarkan teks
Masoret inilah

    
Tanakh. Teks Masoret ditulis hanya dengan huruf konsonan tanpa huruf
vokal. Cara membacanya

    
disesuaikan dengan bacaan konsonannya.

 

     https://www.dropbox.com/s/dxg66foeiiiy6ih/Teks%20Masoret.doc

 

 

    
Teks tersebut dituliskan sekitar abad pertama Masehi. Dan Talmud adalah
cikal-bakal dari

    
penulisan Masoret. Talmud bukanlah kitab suci, melainkan catatan diskusi
para rabi Yahudi perihal

    
hukum, etika, kebiasaan dan sejarah. Berdasarkan Talmud inilah teks
Masoret dibuat dan

    
dijadikan Tanakh.

 

    
Penghancuran Yerusalem tahun 70 Tarikh Masehi itulah yang menginspirasi
para rabi untuk meng-

    
kanon kitab suci mereka.

 

     https://www.dropbox.com/s/6opaflbpk08orjv/Talmud.doc

 

     Tahun
1008, Samuel ben Yakub memberikan huruf vokal dengan maksud memudahkan orang-

    
orang membacanya, agar bukan lagi berdasarkan tradisi melainkan
berdasarkan sebuah konsep.

    
Dan tulisan Samuel ben Yakub ini dikenal sebagai kodeks Leningradensis
yang disimpan di

    
perpustakaan St. Petersburg – Federasi Rusia.

 

     https://www.dropbox.com/s/luqi4f2v15i7v5k/St.%20Petersburg.doc

 

2. Teks Pentateukh atau Taurat Samaria;

 

    
Orang-orang Israel Utara – 10 suku yang terbuang di Asyur tahun 722
Sebelum Masehi, yang

    
disebut orang Samaria juga mempunyai salinan kitab suci. Hanya saja
sebatas 5 kitab Musa –

     Taurat.
Mereka tidak mau mengakui nabi-nabi dari Yehuda – Yerusalem, karena permusuhan
di

    
antara mereka.

 

3. Teks Qumran;

 

Antara tahun 1947 dan 1956 ditemukan
fragmen-fragmen teks Perjanjian Lama dalam bentuk lebih dari 190 gulungan dari
dalam 11 gua di Qumran, yang terletak di pantai Laut Mati, yaitu sekitar 15 km
sebelah selatan dari kota Yerikho. Dimulai dari ketidak sengajaan pada tahun
1947, yaitu ketika seorang gembala muda dari suku Badui, yang mencoba untuk
mencari dombanya yang hilang di sekitar gua-gua di Qumran, dan ketika dia
mencoba untuk mencari dombanya di sebuah gua, dia secara tidak sengaja
menemukan gulungan-gulungan kitab. Penemuan ini merupakan penemuan pertama
gulungan-gulungan kitab Qumran, dan sejak saat itu para arkeolog meneliti di
Qumran dan menemukan gulungan-gulungan kitab yang lainnya. Sebagian besar
fragmen tersebut berasal dari abad ke-2 SM dan ke-1 SM, namun ada juga sebagian
kecil yang berasal dari abad ke-3 SM. Setiap bagian dari kitab-kitab Perjanjian
Lama (kecuali kitab Ester) ditemukan di Qumran. (Lihat Naskah Laut Mati) Gambar
1: Qumran.

 

4. Teks Yunani;

 

   
Karena suku-suku Yahudi berpencaran ke seluruh dunia sehingga
dikuatirkan mereka sudah tidak

   
bisa membaca kitab suci dalam bahasa Ibrani lagi, maka sekelompok orang
berjumlah 72 orang

   
menterjemahkan dari bahasa Ibrani ke bahasa Yunani. Inilah yang disebut
teks Septuaginta, yaitu

   
terjemahan Ibrani ke Yunani. Dikerjakan oleh 72 orang dan terselesaikan
dalam 72 hari pula.

 

   
Pada waktu itu, tahun 250 Sebelum Masehi,  yang sudah diterjemahkan baru sebatas
kitab-kitab

   
Taurat Musa. Baru sekitar tahun 150 Sebelum Masehi seluruh Perjanjian
Lama terselesaikan dalam

   
bahasa Yunani.

 

    https://www.dropbox.com/s/zdxnrwlv9f6f0ts/SEPTUAGINTA.doc

 

   
Kitab inilah yang umum dipergunakan di zaman YESUS dan para rasul.

 

http://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Lama

Tradisi Septuaginta sangat berbeda dengan tradisi Masoret, baik dari sisi
bahasa maupun teksnya. Nampaknya teks Ibrani yang digunakan oleh para
penerjemah adalah teks yang berbeda dengan teks dari tradisi
Masoret. Hal ini didasarkan pada bukti: bahwa (1) Septuaginta memuat
beberapa kitab di luar kitab Ibrani, (2) bahwa kitab Daniel dan Ester di Septuaginta
lebih panjang dari versi kitab Ibrani, dan juga kitab Yeremia versi Septuaginta
lebih pendek dari versi kitab Ibrani, secara khusus perbedaan bentuk teks
antara teks Ibrani yang digunakan oleh Septuaginta dan teks Ibrani Masoret akan
nampak jika kita membandingkannya secara mendetail dari kitab Daniel.

Pada awalnya tradisi Septuaginta menjadi teks yang sangat penting bagi orang
Yahudi pada waktu itu. Namun setelah konsili Yamnia (sekitar 95
M) tradisi ini menduduki peranan yang tidak penting lagi. Hal ini mungkin karena
teks Septuaginta menjadi pegangan penting bagi orang Kristen mula-mula, dan
teks ini mendapat tandingan dari terjemahan Yunani yang baru, yaitu Aquila (130 M), Theodotion
(abad ke-2 M) dan Symmakus (abad ke-3 M). Namun tradisi ini mendapat tempat
yang sangat penting dalam tradisi Kristen. Kemudian Septuaginta direvisi oleh
para ahli Kristen:

oleh Origenes
(antara 232-254 di Kaisarea dalam edisi teks kritik Septuaginta),
oleh Uskup
Mesir Hesikhius (meninggal sekitar 310),
oleh
Tua-Tua Lukian di Antiokhia (meninggal sekitar 311).

Menurut keterangan Hieronimus, orang Kristen di Alexandria dan Mesir
menggunakan Septuaginta versi Hesikhius; sedangkan orang Kristen di Konstantinopel
sampai Antiokhia menggunakan Septuaginta versi Lukian Sang Martir; dan di
samping itu orang Kristen di Palestina menggunakan Septuaginta versi Origenes.

Kemudian berdasarkan Septuaginta diterjemahan Alkitab Perjanjian Lama dalam
beberapa bahasa lain, yaitu pada abad ke-3 M ke dalam bahasa
Koptik, salah satu dialek bahasa Mesir; lalu pada abad ke-4 M ke dalam bahasa
Ethiopia; di samping itu pada abad ke-4 M ke dalam bahasa Gotik oleh Uskup
Gotik Ulfias. Berdasarkan versi Origenes Alkitab Perjanjian Lama diterjemahkan
ke dalam bahasa Armenia pada sekitar tahun 440 M.

Targum

Ketika bahasa Ibrani bukan lagi menjadi bahasa pengantar di Palestina,
banyak orang yang tidak mengerti isi kitab suci, karena kitab suci tertulis
dalam bahasa Ibrani. Oleh karena itu diambil inisiatif, bahwa dalam ibadah di Sinagoga,
setelah dibacakannya kitab suci dalam bahasa Ibrani, teks Ibrani tersebut
diterjemahkan (dalam tradisi lisan) ke dalam bahasa Aram. Terjemahan kitab suci
ke dalam bahasa Aram dalam tradisi lisan tersebut (targum, jamak: targumim)
baru mulai sekitar tahun 300 M ditulis oleh ahli-ahli kitab suci. Oleh karena
itu banyak terjadi kesalahan penerjemahan dan ketidak-tentuan, karena
penerjemahannya sendiri lebih berdasarkan interpretasi. Namun di sisi lain,
dalam kritik teks, Targum kadang juga menjadi penting untuk diperhatikan,
karena dia merupakan terjemahan dari teks yang lebih tua dari teks Masoret.
Terdapat dua Targum yang terkenal dan penting, yaitu Targum Palestina dan
Targum Babilonia.

Terjemahan-terjemahan dalam Bahasa Latin

Sampai sekitar tahun 250 M bahasa Yunani merupakan bahasa pengantar resmi di
seluruh kerajaan Romawi. Namun di beberapa provinsi, misalnya di Afrika
Utara, bahasa Latin masih menjadi bahasa pergaulan masyarakat, sehingga
dibutuhkan penerjemahan kitab suci ke dalam bahasa Latin untuk masyarakat yang
berdiam di provinsi-provinsi tersebut. Terjemahan-terjemahan kitab suci ke
dalam bahasa Latin tersebut mulai muncul pada awal abad ke-2 M. Tradisi
penerjemahan yang tertua adalah terjemahan dari Afrika, dan yang lebih muda
adalah terjemahan dari bahasa Italia. Terjemahan-terjemahan Latin ini disebut dengan nama
"Vetus Latina" atau oleh orang Galia-Selatan disebut dengan nama
"Itala" (versio Itala). Penerjemahan-penerjemahan ini berdasarkan
teks LXX.

Paus
Damasus (366-384) memutuskan untuk merevisi Alkitab latin dan hasil dari
perevisian ini akan menjadi teks resmi gereja Katolik. Untuk mewujudkannya, dia
memerintahkan kepa-da Sophronius Eusebius Hieronimus (347-419) untuk
menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa latin atau sedikitnya merevisi teks-teks
latin yang sudah ada. Hieronimus menyelesaikan penerjemahannya pada tahun 406.
Terjemahan Alkitab ke dalam bahasa latin tersebut disebut Vulgata. Pada tahun
801 Vulgata kembali direvisi oleh Abt Alkuin.

Melalui keputusan pada Konsili Vatikan II, Vulgata direvisi kembali dan
revisi tersebut selesai pada tahun 1979. Hasil revisi Vulgata tersebut disebut Nova Vulgata.

Kanonisasi Perjanjian Lama

Umat Yahudi mengakui 39 kitab (atau menurut mereka 22 kitab, karena kedua
kitab Samuel (1
Samuel dan 2
Samuel); kedua kitab Raja-raja (1 Raja-raja
dan 2
Raja-raja); kedua kitab Tawarikh (1 Tawarikh
dan 2
Tawarikh); kitab Ezra dan kitab Nehemia;
dan 12 kitab nabi-nabi kecil: masing-masing dihitung satu kitab; dan kitab Rut
digabungkan dengan kitab Hakim-Hakim; dan kitab Ratapan
digabungkan dengan kitab Yeremia) yang ditulis dalam bahasa Ibrani (veritas hebraica)
sebagai kanon.

Penetapan ke-39 kitab tersebut sebagai kanon terjadi pada sekitar tahun 95 M
dalam sebuah konsili
yang diadakan di Yamnia
(sekarang ini bernama Yabne, terletak di dekat pantai Laut
Tengah, di sebelah barat daya Israel. Setelah Yerusalem dihancurkan oleh tentara Roma pada
tahun 70 M, kota ini menjadi pusat umat Yahudi yang sangat penting). Penetapan
ini memberikan legitimasi, bahwa 39 kitab ini tergolong Kitab Suci. Orang-orang
Yahudi dewasa ini masih tetap mengakui kanonisasi berdasarkan penetapan di konsili Yamnia. Tradisi
Protestan juga menganut tradisi ini.

Di samping tradisi kanonisasi Ibrani terdapat juga di kalangan Yahudi kuno
kanonisasi yang didasarkan pada kitab-kitab Yunani yang terdapat dalam
Septuaginta. Kitab-kitab Yunani tersebut di kalangan Yahudi kuno (juga pada
zaman Yesus dan jemaat Kristen perdana) diakui sebagai kanonis. Tradisi
kanonisasi Yunani pada awalnya mempunyai wibawa di kalangan umat Yahudi, tetapi
setelah tradisi ini dipegang oleh jemaat Kristen perdana dan setelah kanonisasi
di Yamnia, maka tradisi kanonisasi Yunani tidak lagi diakui oleh umat Yahudi.

Tradisi kanonisasi ini kemudian diambil alih atau diteruskan oleh Hieronimus
dalam menyusun Vulgata. Gereja Katolik mengakui tradisi ini. Jumlah kitab
yang diakui sebagai kanonik adalah 46 kitab. Jumlah ini 7 kitab lebih banyak
dari tradisi Protestan, yaitu: Kitab Tobit,
Yudit,
1
dan 2
Makabe, Kebijaksanaan Salomo, Yesus Sirakh, Surat Barukh, dan
Tambahan-tambahan pada Kitab Ester, Daniel, dan Tawarikh). Tujuh kitab
ini disebut dalam tradisi Katolik sebagai "Deuterokanonika",
sementara ke-39 kitab Ibrani disebut sebagai Protokanonika. Kitab-kitab
ini oleh kalangan Protestan dahulu disebut "Apokrif". Menurut Luther kitab-kitab
ini baik dan berguna untuk dibaca, tetapi tidak dapat dianggap sebagai kitab
suci.

 

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx                                                                                                                    

>>Surat-menyurat :   hakekathidupku@yahoo.co.id,                                    hakekatku_00@yahoo.co.id,                                   hakekatku_05@yahoo.co.id,                                    hakekathidup_h5@yahoo.co.id,                                    hakekathidupku_nolnol@yahoo.co.id,                                   newhakekatku@yahoo.co.id,  >>Milis Group :         hakekatku_00@yahoogroups.com,                                     http://groups.yahoo.com/group/hakekatku_00/                                      newhakekatku@yahoogroups.com,                                     http://groups.yahoo.com/group/newhakekatku/    >> Bl o
g :                  http://bloghakekatku.blogspot.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___
Reply via web post Reply to sender Reply to group Start a New Topic Messages in this topic (1)
Recent Activity:
.

__,_._,___

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar